Tamiang Layang (Humas MTsN 1 Barito Timur) – Dua tim riset MTsN 1 Barito Timur yang berhasil menembus 30 besar nasional Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2026 terus mematangkan persiapan melalui kegiatan pembinaan dan penguatan riset bersama dewan juri nasional secara daring melalui Zoom, Sabtu (17/10/2026), bertempat di Laboratorium Komputer MTsN 1 Barito Timur. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi para peneliti muda untuk mempertajam kualitas karya ilmiah sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tahapan kompetisi berikutnya. Melalui arahan dan masukan dewan juri, kedua tim mendapatkan penguatan terkait metodologi penelitian, pengolahan dan interpretasi data, penyajian hasil, serta strategi presentasi ilmiah yang sistematis dan meyakinkan. Adapun kedua penelitian tersebut adalah “BETANG TENANG: Efektivitas Dukungan Berbasis Huma Betang terhadap Eco-Anxiety dan Resiliensi Remaja pada Ancaman Karhutla” yang dikembangkan oleh Deya Qolbiya dan Aqila Humaira, serta “NIKEP-SENSE: Eco-Digital Mapping Perairan Tradisi Nikep Barito Timur Berbasis IoT sebagai Inovasi Transformasi Digital Lingkungan dan Budaya Lokal” yang mengintegrasikan teknologi digital dengan pelestarian lingkungan dan kearifan lokal. Didampingi guru pembimbing, Gilang January, S.Pd., kedua tim mengikuti pembinaan sebagai bagian dari upaya menyempurnakan penelitian, memperkuat argumentasi ilmiah, dan meningkatkan kesiapan menghadapi penilaian dewan juri nasional. Kepala MTsN 1 Barito Timur, Nurdin Salam, S.Pd., mendukung penuh perjuangan kedua tim sebagai wujud komitmen madrasah dalam menumbuhkan budaya riset, kreativitas, dan inovasi di kalangan peserta didik. Lebih dari sekadar persiapan kompetisi, pembinaan ini menjadi ruang belajar berharga bagi generasi muda madrasah untuk mengasah nalar kritis, membangun kepercayaan diri, dan membuktikan bahwa inovasi yang lahir dari kearifan lokal mampu bersaing di panggung nasional. Dengan semangat Madrasah Maju, Bermutu, dan Mendunia, dua tim riset MTsN 1 Barito Timur optimistis melangkah menuju prestasi terbaik pada ajang OMI Riset 2026.