

Tamiang Layang (Humas MTsN 1 Barito Timur) – Dukungan pimpinan menjadi energi penting bagi tumbuhnya inovasi di lingkungan madrasah. Hal ini tercermin dalam kegiatan bimbingan dan penguatan riset yang diberikan oleh H. Ahmad Maki, Ketua Tim Kurikulum dan Kesiswaan (Katim Kursis) Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalimantan Tengah, kepada dua tim peneliti MTsN 1 Barito Timur, Selasa (29/9/2026).
Pertemuan tersebut dihadiri Kepala MTsN 1 Barito Timur, Nurdin Salam, S.Pd., guru pembimbing Gilang January, S.Pd., serta seluruh anggota tim riset BETANG TENANG dan NIKEP-SENSE. Suasana diskusi menjadi ruang penguatan bagi para siswa untuk terus mengembangkan gagasan, mematangkan penelitian, dan membangun kepercayaan diri dalam menghadapi kompetisi ilmiah.
Dua penelitian yang mendapat perhatian tersebut mengangkat persoalan nyata dengan pendekatan yang berbeda. BETANG TENANG, karya Deya Qolbiya dan Aqila Humaira, mengembangkan dukungan kelompok berbasis nilai Huma Betang untuk membantu remaja menghadapi kecemasan lingkungan (eco-anxiety) akibat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus membangun resiliensi atau ketangguhan diri.
Sementara itu, NIKEP-SENSE, karya Salma Azzahra dan Siti Khadijah, mengintegrasikan teknologi Internet of Things (IoT), pemetaan digital, dan dokumentasi budaya untuk mempelajari karakteristik perairan yang berkaitan dengan tradisi Nikep di Barito Timur.
Kedua tim telah menorehkan capaian membanggakan dengan menembus 30 besar nasional Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2026. Prestasi ini menunjukkan bahwa peserta didik madrasah memiliki potensi untuk melahirkan inovasi yang berangkat dari persoalan lingkungan dan sosial di sekitarnya.
Bimbingan dan dukungan dari jajaran Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Kalimantan Tengah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem riset yang kolaboratif. Sinergi antara pemangku kebijakan, kepala madrasah, guru pembimbing, dan peserta didik diharapkan dapat memperkuat kualitas penelitian sekaligus menumbuhkan budaya ilmiah di lingkungan madrasah.
Bagi MTsN 1 Barito Timur, dukungan tersebut bukan sekadar dorongan untuk meraih prestasi, melainkan juga penguatan semangat bahwa penelitian siswa harus memiliki makna dan manfaat bagi masyarakat.
Dari dukungan pimpinan hingga kerja keras para peneliti muda, BETANG TENANG dan NIKEP-SENSE membawa pesan bahwa madrasah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang lahirnya gagasan, inovasi, dan solusi bagi tantangan kehidupan.