


Tamiang Layang (Humas MTsN 1 Barito Timur) – Mengangkat kearifan lokal sebagai solusi menghadapi tantangan lingkungan, tim riset MTsN 1 Barito Timur melaksanakan sesi perdana program BETANG TENANG bertajuk “Asap dan Perasaanku” di kelas VII B, Senin (05/10/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian berjudul “BETANG TENANG: Efektivitas Dukungan Berbasis Huma Betang terhadap Eco-Anxiety dan Resiliensi Remaja pada Ancaman Karhutla” yang dikembangkan oleh Deya Qolbiya dan Aqila Humaira dengan bimbingan Gilang January, S.Pd., dalam ajang Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) Riset 2026.
Melalui kegiatan interaktif dan refleksi emosi, peserta didik diajak mengenali perasaan serta memahami cara menghadapi kekhawatiran akibat ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Keunggulan BETANG TENANG terletak pada perpaduan pendekatan psikososial berbasis ilmiah dengan filosofi Huma Betang, yang menjunjung nilai kebersamaan, empati, dan gotong royong. Inovasi ini dikemas dalam enam sesi pendampingan terstruktur untuk membantu remaja mengelola kecemasan lingkungan (eco-anxiety) sekaligus membangun ketangguhan diri (resiliensi).
Menariknya, program ini tidak hanya menghadirkan pembelajaran bermakna, tetapi juga dirancang dengan pengukuran ilmiah untuk mengevaluasi perubahan kondisi psikologis peserta didik.
Melalui BETANG TENANG, MTsN 1 Barito Timur membuktikan bahwa kearifan lokal bukan sekadar warisan budaya, melainkan sumber inspirasi inovasi ilmiah untuk membangun generasi yang peduli lingkungan, tangguh, dan berdaya saing.