Tamiang Layang, 20/04/2026 (Humas) — Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Barito Timur melaksanakan upacara pembukaan Ujian Madrasah (UM) Tahun Pelajaran 2025/2026 pada Senin, 20 April 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman madrasah tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik kelas IX, dewan guru, tenaga kependidikan, serta panitia pelaksana ujian.
Pelaksanaan upacara pembukaan berlangsung dengan tertib dan khidmat sesuai dengan rangkaian yang telah dipersiapkan sebelumnya. Cuaca yang cerah dan mendukung memungkinkan seluruh kegiatan dilaksanakan di halaman madrasah sebagaimana direncanakan.
Salah satu rangkaian utama dalam upacara pembukaan adalah prosesi pengalungan nametag kartu peserta secara simbolis kepada satu orang siswa dan satu orang siswi oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur. Setelah prosesi tersebut dilaksanakan, seluruh peserta Ujian Madrasah secara serentak mengalungkan kartu peserta masing-masing sebagai simbol resmi dimulainya pelaksanaan UM Tahun Pelajaran 2025/2026.
Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barito Timur mengajak seluruh peserta untuk mengikuti ujian dengan sungguh-sungguh, jujur, dan penuh tanggung jawab. Beliau juga menegaskan bahwa Ujian Madrasah merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang menjadi sarana untuk mengukur pencapaian kompetensi peserta didik setelah menempuh pembelajaran selama tiga tahun di jenjang madrasah tsanawiyah.
Ujian Madrasah Tahun Pelajaran 2025/2026 dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, yaitu mulai 20 hingga 29 April 2026. Berbeda dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang sebelumnya hanya mengujikan dua mata pelajaran dan dilaksanakan menggunakan komputer yang disediakan madrasah di Laboratorium Komputer, Ujian Madrasah mencakup seluruh mata pelajaran yang telah dipelajari peserta didik selama menempuh pendidikan di MTsN 1 Barito Timur.
Meskipun sama-sama menggunakan sistem ujian berbasis digital, pelaksanaan Ujian Madrasah dilakukan menggunakan gawai milik masing-masing peserta. Sistem ini memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan ujian sekaligus menjadi bagian dari pemanfaatan teknologi informasi dalam proses evaluasi pembelajaran di lingkungan madrasah.